Tingkat Popularitas Calon Pemimpin Kota Pekanbaru

Walaupun perhelatan pemilihan walikota masih tahun depan lagi, namun geliat politik di kota Pekanbaru sudah bergelora. Ya! kota Pekanbaru adalah salah satu dari 101 daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak pada bulan Februari tahun 2017 nanti. Sejumlah tokoh sudah bermunculan untuk bersaing memperebutkan jabatan orang nomor satu di Pekanbaru. Tidak terkecuali juga pasangan petahana yang masih aktif menjabat pun dikabarkan akan ikut meramaikan bursa pemilihan walikota nanti.
Tokoh-tokoh yang santer dikabarkan akan ikut dalam kontestasi politik itupun berasal dari bermacam macam latar belakangnya. Ada yang berlatar belakang tokoh politik atau pengurus parpol, pengusaha, birokrat, tokoh agama dan lain sebagainya. Sebagaimana yang telah diatur dalam UU Pilkada sebelumnya, para tokoh tersebut memiliki hak dipilih maupun memilih.Tentunya yang membedakan para tokoh tersebut adalah peluang untuk dipilih.
Tentunya kita semua sudah mengetahui bahwa peluang untuk dipilih dan memenangkan sebuah kontestasi politik sangat bergantung pada tiga hal utama. Hal tersebut adalah PAE, yaitu POPULARITAS, AKSEPTABILITAS dan tentunya ELEKTABILITAS. Popularitas adalah tingkat keterkenalan atau kepopuleran seorang tokoh di mata calon pemilih. Tingkat popularitas ini adalah tingkatan paling fundamental yang harus dimiliki oleh seorang kandidat. Logika sederhananya adalah calon pemilih tentunya tidak akan menyukai atau mendukung kandidat jika ia tidak mengenal sebelumnya, istilah populernya "tak kenal maka tak sayang". Kedua adalah tingkat Akseptabilitas yaitu tingkat kepantasan atau keterterimaan seorang kandidat apakah ia cocok dan pantas menjadi walikota. Dan yang terakhir adalah tingkat Elektabilitas atau dukungan kepada seorang kandidat. Jika seorang tokoh yang akan maju sebagai kandidat memiliki tingkat PAE yang paling tinggi diantara para tokoh lainnya, maka dipastikan kandidat itulah yang paling berpeluang untuk menang dalam sebuah pemilihan kepala daerah.
Dalam hal ini, untuk mengetahui siapa tokoh-tokoh yang paling berpeluang menjadi pemimpin Pekanbaru dilihat dari tingkat keterkenalannya, maka kami akan sajikan tabel 10 besar tingkat popularitas calon kandidat walikota yang berasal dari hasil survei perilaku pemilih yang sudah dilakukan oleh LAMDA Indonesia beberapa waktu lalu.


Pada tabel diatas, pasangan petahana Firdaus dan Ayat Cahyadi masih menjadi yang teratas. Hal tersebut bukan menjadi hal yang luar biasa karena memang status petahana akan lebih unggul daripada tokoh lainnya di setiap daerah. Tokoh lainnya yang membayangi tingkat popularitas pasangan petahana tersebut adalah Septina P. Rusli yang merupakan tokoh parpol di provinsi Riau. Tokoh Pekanbaru lainnya yang memiliki peluang untuk memimpin kota dilihat dari tingkat popularitasnya berturut-turut ialah Erizal Moeloek, Irvan H. A. putra dari mantan walikota Pekanbaru Herman Abdullah, tokoh politik Zulfan Hafiz, Sondia Warman, Ade Hartati, Kepala Dinas Cipta Karya provinsi Riau Dwi Agus Sumarno dan melengkapi  10 besar yaitu Novrizal.
Tingkat popularitas dari tokoh di Pekanbaru  tersebut adalah hasil dari survei perilaku pemilih warga kota Pekanbaru yang dilakukan pada bulan Februari 2016 atau tepat setahun sebelum pilwako 2017 akan dilaksanakan.Survei tersebut menggunakan sampel sebanyak 600 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah multistage random sampling yang mewawancarai responden secara tatap muka langsung.